Catatan Ramadhan 1434 H



Catatan akhir Ramadhan 1433 H ….

Dan Ramadhan tahun ini adalah tahun ketujuh puasa full buat si kakak (alma anak pertama saya yang kini berusia 11 tahun) menjalani puasa (ramadhan tahun lalu bolong puasa kakak 1 hari itupun karena sakit). Dan untuk si kecil (Khofid/Aseng yang berusia 7 tahun) merupakan puasa kali kedua. Dan Alhamdulillah Allah memudahkan kami (saya dan suami) mengajarkan puasa full untuk anak-anak. Walaupun sedikit stereng buat sikecil dalam hal negosiasi berbuka setengah hari atau full. sama seperti tahun yang lalu negosiasi puasa masih tetap ada sehari ful sehari bedug.

Tahun ini sikecil sudah berusia 7 tahun dan sudah kelas 2 sekolah dasar, secara fisik sudah cukup untuk bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik. Hal yang kami rasa sulit bagi Khofid untuk menjalani puasa adalah susah bangun dini hari untuk makan sahur, sulitnya minta ampun jika dibangunkan.
Ya masih ngantuklah, ya gak bisa makanlah dan segudang alas an lainnya karena rasa kantuk yang tak terkira. Sahur pertama aku menyiapkan masakan favorite mereka agar bersemangat tuk menjalani ibadah puasa, sate ayam dan sayur sop hal ini agar mereka bersemangat menjalani puasa, Dan sama dengan tahun sebelumnya negosiasi pun menjadi bahan diskusi antara kami dengan sikecil ketika memasuki puasa hari kedua. “Ibu, ade hari ini puasanya setengah hari, trus besoknya satu hari”. Akupun hanya bisa tersenyum dan saling memandang dengan suami mendengar permintaan si kecil sambil mengangguk tanda setuju.

Puasa hari ke 3 kakak prei puasa karena dapat dispensasi dari Allah untuk tak berpuasa. ya... tahun ini adalah tahun pertama anakku haid dibulan ramadhan. Tapi kami tetap mewajibkannya bangun untuk sahur dan berbuka bersama agar adikknya tetap termotivasi untuk terus berpuasa. maklum kalau ketahuan kakak gak puasa otomatis dah si adik minta gak puasa juga.

hari kesembilan ramadhan anakku Khofid minta dibangunkan jam 02.00 dini hari karena ingin mengikuti sahur keliling kampung (group yang keliling kampung membangunkan orang untuk bersiap-siap menghidangkan menu sahur). alat yang mereka gunakan sangat sederhana, mulai dari galon, toples bekas, kaleng bekas, botol bekas dan alat-alat lainnya yang bisa menghasilkan bunyi.

Hari kesebelas ramadhan, pulang terawih siadik menangis sambil menunjukkan bajunya yang bolong terbakar karena dilempar mercon oleh temannya. masih beruntung kulitnya tidak terkena luka bakar, " Bu si Adam lempar ade mercon waktu pulang sholat isya, trus meledak dikantong ade", ucap anakku menceritakan kronologi peristiwa yang dialami sambil menangis. Aku hanya bisa menasehatinya agar kalau ijin sholat terawih ya harus sholat bukan malah bermain dengan temannya. yah... pembelajaran buat anakku agar selalu menepati ucapannya.

hari ke 27 dan 28  Ramadhan 2013, puasa kami laksanakan di perjalanan Samarinda-Balikpapan-Pare2-Makassar, dan Alhamdulillah puasa kami bisa full

Hari 29 - 30 ramadhan puasa aku dan anak-anak kami laksanakan dikota Makassar, hingga Malam Takbiran tiba.

Suka duka berpuasa setiap hari aku lalui bersama anak-anak dukungan dan nasehat ketika puasa untuk adik tak henti kami berikan agar dia bisa menjalani puasa hingga bedug magrib menjadi rutin setiap dua hari sekali.

Kini ramadhan 1434 H telah berakhir, semoga Amal ibadah kami sekeluarga sebulan penuh dapat diterima oleh Allah SWT, dan semoga kami tetap bisa berkumpul di Ramadhan yang akan datang. Insya Allah.

Buat anak-anakku…. Teruslah beribadah menunaikan rukun islam dan rukun iman, agar kelak bisa menjadi penghuni surga.