Resensi Buku "Munajat Cinta"

Judul Buku : Munajat Cinta
Penulis : Taufiqurrahman al-Azizy
klasifikasi : 14x20 cm ; 466 hlm
ISBN : 9789799634580
Penerbit : Diva Press

Dwilogi Novel Religius Pencarianjati diri Manusia

"Taufiqurrahman al-Azizy adalah novelis muslim yang karya-karyanya selalu dinantikan ribuan penggemar novel religius lintas umur, gender, dan etnis. Setiap novel yang dilahirkannya me-mang sangat kuat, kaya mutu, readable, sarat hikmah, dan menggugah hati. Novel Dwilogi Munajat Cinta ini kian menegaskan kepiawai-annya berdakwah dalam cerita. Sebuah novel yang pantas Anda tebus segera!" KH. D. Zawawi Imron, kiai, budayawan, sastra-wan senior pengarang Celurit Emas.

"Sudahkah engkau temukan dirimu, Ayda?"
"Sudah, Ayah. Insya Allah...."
"Jadi, siapa dirimu?"
"Saya bukan siapa-siapa...."
"Alhamdulillah, kalau begitu. Lalu, apa yang engkau lihat sekarang?"
"Saya melihat kebenaran firman-Nya bahwa Dia telah menciptakan manusia dengan seindah-indahnya. Sayang sekali, keindahan ini sering kali dibuat buruk oleh manusia itu sendiri...."
"Terpujilah Allah kita, Nak. Semoga Dia mengaruniai ketabahan dan kesabaran pada kita. Sudah siapkah engkau jika sewaktu-waktu Allah memanggil ayahmu ini?"
"Cepat atau lambat, saya pun akan menghadap-Nya, Ayah...."

itulah petikan percakapan terakhir Ruwayda dan ayahnya. Ruwayda, seorang gadis yang diberkahi dengan kecerdasan istimewa, lahir dari keluarga kaya, tiba-tiba harus berhadapan dengan kenyataan pahit yang menimpa keluarganya. Ayahnya bangkrut! Cita-citanya untuk menjadi mahasiswi kandas. Hampir setiap hari kedua orang tuanya terlibat pertengkaran karena utang dan kekurangan. Jiwa Ruwayda terguncang. Kebangkrutan telah memorak-porandakan keharmonisan cinta ayah dan ibunya.

Di atas tanah pekuburan Paponan di daerah Parakan, Ruwayda sampai pada kondisi kejiwaan yang amat kritis! Antara menjadi pelacur agar bisa memperoleh uang cepat atau mengakhiri hidup yang penuh sengsara ini. Ia kehilangan pesona imannya sebagai muslimah gara-gara belenggu uang, cinta, harga diri, dan ke-bahagiaan.

Novel religius ini menuturkan dengan sangat kuat pergulatan jati diri penuh liku seorang gadis mencari kesejatian hidup, cinta, dan imannya. Sebuah novel yang penuh intrik, kemelut, tegangan, getaran, kasih sayang, sekaligus air mata....