Gusti Allah Mboten Sare ~ Allah SWT tak pernah tidur ~



اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” ( Al Baqarah :255)



Gusti Allah Mboten Sare~Allah SWT tak pernah tidur~
Kalimat itu selalu terhujam kuat. Bahwa Ia tak pernah lalai dalam penglihatan-Nya, dalam pengawasan-Nya, dalam pemeliharaanNya. Bahkan sering saya selipkan dalam doa suatu kalimat yang sangat saya yakini kebenarannya, “Ya Allah, hamba sedang bermunajat. Engkau yang Maha Melihat dan sedang melihat hamba. Engkau Yang Maha Mendengar dan sedang Mendengar hamba,…”.
Kalimat itu sunguh menambah keyakinan saya bahwa Allah tak pernah mengacuhkan hamba-Nya. Terhadap hal ini, apatah lagi yang sesungguhnya harus kembali membuat hati ini kadang tak tenang, kadang ragu, kadang terlalu khawatir. Allah…, betapa ini menjadi bukti bahwa memang benar adanya bahwa Engkau Maha Berkuasa sedang kami tak berkuasa, bahwa Engkau Maha Tahu sedang kami tidak tahu. Ya, tentang langkah-langkah yang sering kita jalani, Allah lebih tahu bukan? Dan kita akan semakin tersenyum dengan cara-cara-Nya yang membuat molekul kasih ini semakin tertarik kuat pada-Nya. Berbagai cara yang Ia tunjukkan. Dengan kebahagian, kesedihan, keraguan, kekhawatiran, dan segalanya yang membuat kita akan semakin bertanya-tanya, “Allah kenapa ini? Allah, ada apa dengan semua ini? Allah, bagaimana ini? Robb………kerdil sekali kami ini.” Dan dengan berbagai pertanyaan itu, akan semakin tenang rasanya ketika berdekatan dan mencurahkan segalanya dengan Ia Yang Maha Kasih.
Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah tidur. Segala hal yang menimpa diri kita, jika itu menyenangkan dan membahagiakan, bersyukurlah, tetapi jika musibah atau masalah menghampiri kita, bersabarlah, karena segala hal itu datangnya/ berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb yang Menciptakan kita dan segala sesuatu yang melekat pada diri kita. Begitu indah hidup yang sesaat ini jika disikapi dengan kelapangan hati karena semua hal yang disikapi dengan husnudzon (prasangka baik) kepada-Nya, niscaya bernilai ibadah, dan sebagai mana semua orang tahu, ibadah adalah penghantar manusia mendapatkan rahmat dan ridha-Nya.
Alhamdulillah Sangat banyak Berkah yang aku dapat dalam hidupku di Medio juli ini, Semoga Allah selalu menyertai Setiap Langkahku, dan selalu mengingatkanku disaat aku lupa dan Khilaf pada-Nya
Dan semoga mereka2 yang khilaf mendapat ampunan dan keberkahan dalam hidupnya. Amin.