Bedah buku Syafruddin Pernyata "Universitas Kehidupan"


Disain Cover Buku Universitas Kehidupan 1 & 2
Sabtu, bertempat di ruang Serbaguna Perpustakaan Propinsi Kalimantan Timur, berlangsung bedah buku "Universitas Kehidupan" buku tulisan Bapak Syafruddin Pernyata dengan Pembedah Buku Bapak Abdul Hakim, S.Pd, MP. Bedah buku dihadiri oleh kalangan Guru, mahasiswa, pustakawan dan Pelajar dilingkungan Kota Samarinda dengan Pembicara Penulis sendiri yaitu Bapak Es Pernyata yang saat ini menjabat Kepala Badan Diklat Prov. Kaltim.  Bertindak sebagai koordinator acara adalah Perpustakaan Propinsi Kalimantan Timur beserta Komunitas Pecinta Buku dan Perpustakaan Buku Etam..

"Sumber belajar tidak harus disekolah, sumber belajar yang sesungguhnya itu ada di kehidupan karena kehidupan adalah sumber belajar yang tak pernah kering" Ucap Bapak Syafruddin Pernyata membuka acara bedah buku.

Salah satu pengantar dari buku Universitas Kehidupan jilid 1 halaman VI "Inilah Universitas Kehidupan, tersedia jutaan program study dan jurusan serta fakultas yang dapat manusia manfaatkan setiap saat untuk menambah bobot diri dan mempertebal kesadaran. tidak ada uang pangkal atau uang bangku, tidak ada waktu khusus yang haarus disediakan. Belajar pada Universitas kehidupan bisa mengalir begitu saja beserta denyut nadi dan tarikan nafas kita. Modalnya hanya dua Semangat belajar dan Keinginan memahami.

Dalam kesempatan ini bapak "ESPE" nama pena pak Syafruddin menjelaskan kalau melihat orang sukses janganlah melihat latar belakang pendidikan dan kehidupannya, tapi lihatlah latar belakang mimpi dan keinginannya. karena sukses itu berawal dari sebuah mimpi" jelasnya.

Buku "Universitas Kehidupan" ini sangat cocok dibaca oleh mereka yang terjun didunia wirausaha, pendidik, mahasiswa, dan mereka yang mempunyai mimpi menjadi orang sukses dalam hidupnya, jelas Bapak Abdul Hakim

Alhamdulillah Orang bisa menyenangi buku saya, semoga bisa mendatangkan manfaat dan kemaslahatan dalam hidup. ungkap "ESPE". Buku ini terinspirasi dari rektor kehidupan saya yaitu Bapak Sudarsono Gunawan "AHOK" seorang warga keturunan yang berasal dari Samarinda dia adalah teman bermain saya dan saat ini dia telah sukses menjadi pengusaha penerbitan dan percetakan buku di Jakarta. Fendy demikian aku memanggilnya juga mulai usahanya dari nol, berawal dari modal nekat dan kemauan yang keras, kini telah meraih apa yang menjadi impiannya.

Dari serba kekurangan muncul kreatifitas karena setiap orang memilik X factor, dan X factor inilah yang bisa membawa kita menuju kesuksesan Ucap pak Syafruddin.

Menutup pertemuan bedah buku kali ini Bapak Lukman Hakim menyimpulkan "Salah satu yang menjadi motivasi kita untuk sukses adalah melihat orang yang sukses juga dengan membaca kisah-kisah sukses mereka, Janganlah hanya mengasah otak, tapi asahlah juga dengan otot melalui usaha dan kerja keras"