Catatan Ramadhan 2014 (1435 H)


Ramadhan Kali ini terasa sempurna karena ini adalah puasa pertama kami dirumah yang baru. dan suasana yang baru tentunya. yang lebih merasakan perbedaan adalah sikecil, karena setiap puasa pertama walau usianya masih belia dia selalu mengikuti pawai sahur anak-anak di kampung tempat kami dulu tinggal saat menyewa rumah di Jalan Lambung Mangkurat. dari pagi biasanya dia sudah disibukkan dengan menyiapkan alat kentongan dari ember ataupun botol aqua dibantu oleh ayahnya, kali ini dia hanya bisa berucap :

"Yah adek boleh nginap di tempat mami nggak, ade mau bangunkan orang sahur ikut kah Husein dan kak Ocan".
Saat ayahnya tidak mengijinkan, raut kecewa pun tergambar diwajahnya, sambil berdoa, "Ya Allah semoga Ayah dan ibu diberi uang yang Banyak".
"Amin,,,", kompak kami mengamini doanya. Aku dan suamipun bingung sambil bertanya, "Trus Uangnya buat Apa Dek", diapun menjawab "Buat beli rumah satu lagi di Lambung Mangkurat yah...., habis disini sepi yah, anak-anaknya gak ada yang bangunkan orang sahur, adek gak punya teman"
Kamipun hanya bisa tersenyum mendengar keinginannya. biasalah hal ini dialami anak-anak ketika baru pindah dan belum mempunyai kawan bermain seperti ditempat tinggal yang lama. saat ini sikecil sudah duduk di kelas tiga sd dan kakaknya kelas 2 MTS.

Puasa hari pertama berjalan, tepat tengah hari badan si kecil mendadak demam, akupun menyuruhnya untuk puasa beduk agar sikecil bisa minum obat penurun panas, semula dia tetap ingin puasa penuh tapi setelah kami beri pengertian bahwa boleh melanjutkan puasanya lagi setelah makan dan minum obat, diapun akhirnya setuju.

Puasa hari kedua alhamdulillah sikecil sudah tak demam lagi, tapi seharian dia bermain sepeda didepan rumah tanpa lelah dan letih, masuk kerumah ketika ingin sholta Dzuhur dan Ashar. dan puasanyapun bisa pol hari ini.


Puasa hari ketiga saat tengah hari sikecil mengeluh kepalanya pusing dan ternyata badannya kembali demam, sama seperti hari pertama puasanya hanya setengah hari. malam hari kami bawa kedokter dan ternyata dia gejala flu.

Puasa kali ini kami jalani tanpa hambatan, walau sesekali kedua anakku terkadang sulit untuk dibangunkan, tapi tak menjadikan penghalang yang berarti. buat kami menjalankan ibadah puasa.

Memasuki malam keduapuluh, ada tradisi di tempat aku tinggal dimana secara bergantian tetangga mengantarkan satu baki makanan berisi nasi dan beberapa lauk pauk, hal ini dilakukan hingga malah takbiran secara bergantian tetangga mengantarkan makanan kerumah, ramadhan ke 27 aku memasak untuk membalas tetangga yang sudah memberikan berkatan.

Puasa ke 28, 29 anakku tiba-tiba demam lagi obat yang diberi dokterpun kami berikan, dan dia tetap menjalankan puasa penuh walau seharian berbaring ditempat tidur.

Puasa ketiga puluh aku tak mengijinkan si kecil berpuasa sehingga saat sahur aku tidak membangunkannya, suhu tubuhnya masih panas. pagi hari, setelah sarapan pagi, sikecil kami bawa ke rumah sakit dan alangkah terkejutnya karena dokter merujuk anakku kerumah sakit umum untuk dioperasi setelah mandelnya sedikit mengecil. Amandelnya sangat besar, hampir menutupi getar suara yang terletak ditengah tenggorokannya. 

Menyadari sakitnya dikarenakan makan gorengan dan es, anakku pun akhirnya berhati-hati apda makanan karena dia sangat taku operasi, jangankan dengar kata operasi dengar akan disuntikpun dia sangat takut.
beberapa sarn dari rekan-rekan pun kami tampung mengenai obat tradisional agar amandel tidak perlu dioperasi, salah satu yang saya praktekkan adalah Minum sprite menggunakan sedotan yang berasal dari batang daun pepaya. akupun mempraktekkannya dan Alhamdulillah lebaran sikecil bisa lalui walau hingga masuk sekolah amandelnya tidak membesar lagi walau dia minum es dan makan gorengan.

Ramadhan kali ini dibarengi dengan ephoria Piala Dunia 2014 dan Pemilihan Presiden yang jatuh pada tanggal 09-07-2014.

Itulah catatan ramadhan keluarga kecilku, kakak puasanya bisa full, dan adek walau 2 hari puasa separuh dan sehari tak puasa, aku tak masalah karena aku bangga diusianya yang ke sembilan tahun dia bisa puasa penuh dan yang menyebabkan puasa tidak sempurna hanya karena sakit semata.

Kemenangan hanyalah milik orang2 yang menjalankan segala ibadah dibulan puasa dengan penuh mengharap ridho dan ampunan Allah Ta'ala. Semoga kami sekeluarga yang berpuasa termasuk kedalam orang2 yang diberi kemenangan oleh Allah Ta'ala. Amin.

Semoga catatan ramadhan kami dapat diambil hikmahnya, Ambil yang baik yang datangnya dari Allah, buang yang salah yang datangnya dari diri saya....