Opit dan Pohon Pisang

Siang itu anakku sibuk mencari parang, tapi aku katakan tak ada, tak habis akal diapun mengambil linggis yang ada disamping rumah kami. aku hanya mengawasinya dari balik jendela dan bertanya dalam hati ada apa dengan parang dan linggis..? apa yang ingin diperbuat oleh anakku.

Tak lama dia berlari kebelakang rumah, anakan pohon pisang yang tumbuh dibelang rumahpun di linggis perlahan-lahan, sambil membuka ruas demi ruas yang menutupi batang pisang tersebut. tak lama kepalanya mengangguk-ngangguk, setelah itu kembali dia meletakkan linggis yang telah digunakan.

Kemudian diapun berlari ke dalam rumah mencari aku yang pura-pura memotong sayuran. 
"Ibu..Ibu... sekarang ade tahu mengapa Batang pisang selalu basah karena batangnya berongga-rongga jadi gampang opit potong, kata bu endang Batang itu gunanya untuk mengalirkan air dan bahan-bahan lain ke daun dan buah, bu". 

"Kok ade tau...?, tanyaku
"Iya, barusan opit tebang pohon pisang yang ada dibelakang bu..:, sahutnya sambil berlalu.

Aku hanya bisa geleng-geleng kepala, dan siap-siap menghadapi pertanyaan ibuku mengenai pohon pisang yang ditanam dibelakang rumah yang sedianya untuk mencegah longsor pada parit dibelakang rumah.