Menjemput Rejeki

Kumbang, Burung dan Manusia setiap hari mencari makan untuk kebutuhan hidup keluarga dan dirinya sendiri. Itulah hidup..... Hidup ini penuh keajaiban, penuh dengan hal-hal tak terduga, juga penuh dengan keunikan yang bilamana kita mampu mencermatinya dengan sungguh-sungguh maka kita akan mengerti bagaimana Rahman dan Rahim Allah itu tersingkap. Dan jika hal itu bisa kita pahami maka seperti dalam Al Qur'an " Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya engkau tidak akan dapat menentukan jumlahnya (menghitungnya) " (An Nahl <16> : 18 ).


Mengapa kita sering mengeluh dengan rezeki kita hari ini ?, Bukankah Allah itu maha kaya dan maha kasih. Mengapa masih saja ada orang yang sering merebut rejeki milik orang lain ?, Bukankah Allah itu maha adil dan maha bijaksana.
Sesungguhnya rezeki setiap manusia sudah dibagi dengan adil. Tak mungkinlah rezeki itu sampai tertukar dengan rejeki milik orang lain.Setiap makhluk-NYA sudah dapat rejekinya sesuai dengan porsinya masing-masing. Tugas kita hanyalah "menjemput rejeki" itu dengan kesabaran, kesungguhan dan keikhlasan.


“Barangsiapa yg bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rejeki dari arah yg tiada disangka-sangkanya.” (QS ath-Thalaq: 2-3)


Tawakal Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)


Komentar