Cari Postingan

Terjemahkan Blog dengan klik bendera yang ada dibawah ini :

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Mencari Kesalahan orang lain


Setelah melihat sebuah tayangan di televisi, hati ini tergelitik untuk menulis kembali pada blog ini. Entah mengapa, setiap orang selalu punya kecenderungan untuk menjadi sosok yang gemar sekali mencari-cari kesalahan lain. Lihat saja betapa mudahnya seseorang menuntut dan mengkritik orang lain untuk menjadi sesuatu yang tidak atau belum bisa ia raih. 

Sebenarnya boleh-boleh saja mengkritik teman atau siapa pun. Tapi yang harus diingat adalah bahwa dalam banyak hal yang namanya kritik itu bisa menjadi sebuah proses yang tidak berfaedah, bahkan cenderung destruktif.

Nah, jika Anda berniat menjadi pribadi yang tulus dalam mendatangkan perubahan positif dalam hidup seseorang tanpa perlu mencari-cari kesalahannya. Maka inilah yang harus Anda lakukan:
-
Menjunjung harga diri seseorang. Sebelum menyampaikan informasi yang sifatnya sebuah koreksi, katakan saja bahwa yang Anda katakan merupakan bentuk kepedulian Anda kepadanya. Ada baiknya Anda bersikap ramah dan lembut. Jangan pernah lupa bahwa perasaan orang itu mudah sekali runtuh.

-
Pusatkan pula perhatian pada kemampuannya. Carilah satu kelebihan dalam diri orang tersebut yang bisa Anda puji. Kendati tampaknya sepele, namun pujian seperti sangat berarti bagi sebagian orang yang membutuhkannya. Ingat kritik akan lebih mudah dicerna apabila didahului dengan penegasan hal-hal yang baik
-
Periksa lagi motif Anda. Apa keuntungan yang Anda raih setelah mengkritik dan mencari kesalahan orang lain, termasuk kepada orang terdekat Anda sendiri? Kadangkala yang namanya kritik itu hanyalah sebuah upaya untuk menonjolkan konsep tentang diri sendiri dengan membandingkan kesalahan-kesalahan kita terhadap kelemahan-kelemahan orang lain. Jika motif Anda hanya untuk memperkuat ego sendiri, maka segeralah berhenti untuk mengkritik dan menyalahkan orang lain.

-
Waspadai terus sikap Anda. Kenapa? Karena kewaspadaan akan menambah kepekaan terhadap segala bentuk emosi dalam diri kita. Di samping juga kemampuan untuk menahan diri.Waspadai terus sikap Anda. Kenapa? Karena kewaspadaan akan menambah kepekaan terhadap segala bentuk emosi dalam diri kita. Di samping juga kemampuan untuk menahan diri.

-
Tawarkan bantuan. Berikan saran yang menyiratkan kepedulian. Bicarakan harapan-harapan yang belum terpenuhi secara jujur dan objektif. Dan jangan lupa untuk menerima orang apa adanya!

Setiap manusia itu tempatnya salah dan lupa. Maka sudah menjadi kewajiban kita-lah untuk selalu memohon ampun kepada-Nya. Serta rajin mencatat segala sesuatu supaya tidak mudah lupa dan gampang salah.

Saya rasa, kita semua memahami akan hal itu. Namun kenapa seringkali kita menutup mata akan fakta ini. Serta terus mencari-cari kesalahan orang lain, bahkan mengumbar-ngumbarnya ke banyak orang? Sadarkah kita, bahwa mencari kesalahan orang lain itu sangatlah gampang….
“Semut di seberang pulau bisa ditampakkan bagaikan gajah”

Biasanya kitapun adalah orang yang paling hobi mencari kesalahan orang lain. Melihat teman salah nulis, langsung diprotes. Melihat rekannya salah ngomong, langsung diprotes. Pendek kata, melihat orang lain dan menemukan kesalahan adalah kepandaiannya… Apalagi kalo sudah pakai jurus pokoknya™. Wah semakin hilanglah martabat orang lain.
Memang mencari kesalahan akan mudah dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan. contohnya. Apalagi kalo tingkat graduate, wah pasti lebih jago lagi cara cari kesalahan orang lain. seperti yang bisa kita lihat ditelevisi para petinggi saling mengkritik dan akhirnya mengabaikan tugas yang diembannya.
“Gajah di depan mata, akan ditampakkan bagaikan semut”

Kalo paragraf di atas kita amini kebenarannya, ini berarti petaka tambahan dari sistem pendidikan kita. Pendidikan yang harusnya menghasilkan anak didik bermoral dan beretika. Ternyata hanya menghasilkan orang-orang pandai tanpa moral yang memadai…
Semut itu kecil, kalo jauh ya gak kelihatan
Gajah itu besar, kalo dekat ya pasti kelihatan

Sudah selayaknyalah kita meletakkan setiap hal pada porsinya. Istilah kerennya secara proporsional. Jangan dilebihkan dan jangan pula dikurangi. Memang sekecil apapun kesalahan yang diperbuat orang lain bila dibiarkan bisa berakibat fatal. Apalagi yang besar, wah malah bisa mengganggu keseimbangan bersama…Dan untuk itu memang harus diperbaiki, bahkan segera. Tapi lihat caranya dong…
Pantaskah menyalahkan individu ke khalayak ramai untuk kesalahan yang bersifat pribadi? Pantaskah menjelek-jelekkan orang lain ketika kita punya pandangan yang berbeda? Pantaskah kita mengubur mimpi orang lain ketika kita lihat dia menyindir kita? Apalagi individu itu seorang yunior? Ya gak level lha…    '    "Maunya itu membenahi kesalahan atau menghina-dinakan orangnya sih???"

Jangan-jangan kita menyalah-nyalahkan orang lain untuk menutupi kesalahan kita sendiri. Atau untuk memperlihatkan kelebihan kita dengan merendahkan orang lain??? Atau karena kita belum begitu dewasa dalam hal kejiwaan sehingga susah menerima pendapat orang laen???
(Wah kalo diteruskan tambah jadi emosional ini, Udah sampai sini aja dulu postingannya. Btw,  jangan cari-cari semut pada gambar gajah di atas lho yadan jangan  terlalu banyak nonton televisi karena kita cenderung akan menjadi komentator yang tidak didengarkan oleh siapapun kecuali diri sendiri, he he he )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.