Cari Postingan

Terjemahkan Blog dengan klik bendera yang ada dibawah ini :

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015


Tak seperti biasanya pagi ini aku prepare kostum untuk dikenakan anakku, aku tak terlihat heboh juga mengenakan pakaian tradisional, mengapa karena hari ini saya masih mengikuti diklat Polas 110 jam yang diadakan Oleh Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur dan akan berangkat ke bontang mengikuti Observasi Lapangan. setelah siap Dengan diantar Suami, anakku ikut mengantarkan keberangkatanku menuju tempat berkumpul  kami dipenginapan peserta Diklat yang berasal dari luar kota tempat Bis yang akan membawa kami ke Bontang.

Dokumentasipun dapat walau hanya sedikit atas kebaikan sahabat-sahabatku. tks ya cyin Tya dan Cyin Weni.. berkat kalian anakku ada dokumentasinya. seru ya.. kalau aku ada kita bisa foto bareng dengan baju tradisional.

Happy Birthday My Little Princess




14 Tahun Usiamu kini, 
sama seperti tahun-tahun sebelumnya, 
hanya doa terbaik yang ibu panjatkan untukmu. 
Met Milad Ya cantik....
Kasih Ibu, Ayah dan Adik
selamanya buatmu....
Love You Nak

Jangan Membawa Masalah Berlarut-larut

Menjalani hubungan pertemanan Persahabatan tidak selalu mulus. Hubungan pertemanan pasti pernah memiliki masalah, yang berujung pada selisih paham.


Tidak ada yang salah dari bertengkar dengan teman, justru bisa menguatkan hubungan pertemanan. Asal dilakukannya secara sehat. Akan tetapi banyak Hubungan pertemanan yang kurang bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan membawa masalah jadi berlarut-larut. Inilah cara bertengkar sehat dengan sahabat, seperti dirangkum eHow.



1. Mendengarkan
Dengarkan pendapat sahabat, meskipun Anda merasa bahwa apa yang diutarakan olehnya tidak masuk akal. Mungkin akan sulit bagi Anda untuk terus mendengarkan terutama jika anda merasa tidak setuju dengan pendapatnya, tetapi bersikaplah seperti Anda mengerti dan buat teman merasa didengar. Dengan begitu ia akan terus berbicara mengungkapkan pendapatnya, sehingga komunikasi antara Anda berdua terus berjalan.



2. Berpikir Positif
Tetaplah fokus pada sisi baik yang dimiliki sahabat, dan semakin Anda menghargai orang lain maka akan membuat pikiran anda semakin terbuka. Lagi pula berpikir positif membuat masalah lebih cepat selesai.



3. Kendalikan Emosi
Tetaplah tenang dan berpikir rasional ketika berargumen. Hindari kata-kata "Kamu selalu..." atau "Kamu tidak pernah...". Lebih baik ungkapkan apa yang Anda rasakan dan sampaikan apa yang Anda harapkan, Jangan terus saling menyalahkan atas apa yang terjadi.



4. Jangan Mendebatkan Semua Hal

Tidak perlu mempertengkarkan segala hal. Pilih isu yang benar-benar penting untuk beradu argumen. Bila semua masalah dipertengkarkan, hanya akan membuang waktu dan tenaga Anda.



5. Berjiwa Besar Mengakui Kesalahan
Hampir semua orang tidak suka bila diberi tahu mengenai kesalahannya, tetapi hal seperti itu penting dalam penyelesaian masalah. Daripada terus-terusan menyalahkan teman, cobalah mengakui kesalahan yang Anda perbuat. Dengan bertanggung jawab atas kesalahan Anda, masalah akan lebih cepat teratasi. Anda tidak dapat mengatur sikap orang lain, tetapi setidaknya Anda dapat mengontrol reaksi terhadap sikap orang lain.



6. Inisiatif Menyelesaikan Masalah
Jangan terus menerus berpangku tangan menunggu teman berinisiatif menyelesaikan masalah. Anda juga dapat lebih dulu berinisiatif untuk menyelesaikan masalah. Pikirkan hal apa yang dapat Anda perbuat untuk memperbaiki hubungan pertemanan. Karena hal sekecil apapun dapat membantu hubungan pertemanan bertahan lama.

Minion Khofid dan Dubsmash


Si adek sangat menyukai tokoh minion mata dua, saking senangnya dengan kelucuan minion diapun minta dibuatkan dubsmash banana minion. ada-ada aja tingkah anak-anak jaman sekarang

Pawai HUT RI ke-70 dan Ceritanya

Kakak memegang Bola Dunia
Dulu semasa aku kecil dari TK, SD hingga SMP kegiatan Pawai Pembangunan HUT RI selalui aku ikuti. Saat ini Pawai hanya merupakan kenangan dan bagian lucu dari ceritaku pada anak-anak. seperti yang terjadi pada kakak (anak tertuaku), Seminggu belakangan ini dia disibukkan dengan Prepare kepesertaanya pada Pawai Pembangunan mewakili sekolahnya MTS Negeri Model di barisan Sains. Mulai dari Permen, tissue, pakaian laboran, rencana membawa HP dan Minta sangu yang lebih untuk kegiatan hari H nanti.

Sehubungan dengan rencananya start dari rumah dipagi buta, maka aku putuskan agar anakku menginap di tempat adikku yang tinggal tak jauh dari lokasi Start pawai. Jadilah malam itu dia nginap di tempat tantenya dengan membawa se-tas perlengkapan yang akan di gunakannya.

Sebelum berangkat akupun menyarankan agar kakak membawa kamera untuk mendokumentasikan kegiatannya, tapi dia menolak, "Nggak bu kakak, bawa HP aja biar mudah hubungi Ayah kalo sudah pulang nanti", demikian sahutnya.  "Jangan lupa Sholat dan Sarapan sebelum berangkat", itu pesanku padanya.

Siang hari Handphoneku berdering, ternyata dari Suami yang mengabarkan kalau HP dan Duit Sangu anakku di Copet orang di Garis Star. Anakku menangis takut jika kami memarahinya. "Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun" hanya itu yang bisa aku ucapkan.

Sesampainya di rumah aku hanya bisa menghibur putriku dan membesarkan hatinya bahwa HP dan Uang itu sudah bukan Rejeki kakak Lagi, Untuk kedepannya harus lebih wspada lagi agar tak terulang hal serupa.

Met Milad Yah.....

Hari ini... 
Usia barumu yang indah
Usia yang matang dan Dewasa
Lambang kebijakan dan kearifan
Semoga selalu diberikan kekuatan, keberhasilan dalam segala hal
Menjadi Suami terbaikku dan Menjadi Ayah terhebat bagi anak-anak kita dunia dan akhirat

Dengan Apa Lagi menyayangimu...
Hari ini mungkin sang matahari masih sama
Namun bagiku hari ini adalah harimu dan hari kita arungi kehidupan pada sisi koin yang kedua
Memang kita sudah tidak muda lagi Namun ikatan Ilahiyah kita terus menuju puncak terbaik

Terima kasih sudah mendampingi aku lahir dan batin
Dengan bergulirnya waktu membuat aku bertanya Dengan apa lagi menyayangimu ...
Doa terbaikku kan selalu bersamamu

Selamat Milad yah ...

Samarinda, 10 Agustus 2015

Khofid Dan dinamo

Sejak kemarin sore anakku sibuk dgn dinamo bekas mobil tamiya nya yg hancur,  tak lama diapun membongkar tempat  koleksi mainannya saat TK dulu. "Mo buat apa sih dek" tanyaku padanya. "Ada deh bu, ade mo buat eksperimen nanti ibu lihat ya..", jawabnya

Ayahnya pun tak luput dari kesibukannya sore itu. "Ayah, punya kabel kecil gak", tanyanya pada ayah, aq pun mengambilkan kabel lampu tidur yg sdh gak kepakai yg ada di laci perkakas. Tak lama diapun masuk kekamar dan mengutak ngatik bahan2 yg sdh di kumpulkannya, merasa perlu baterai, akhirnya baterai remote dvd pun tak luput dari keinginannya membuat percobaan.

"Bu.. Bisa gak kabel direkatkan pakai isolasi", tanyanya dari dalam kamar. "Bisa dek",  jawabku
Dengan senyum bangga diapun memperlihatkan hasil karyanya padaku, "Bu ini kipas angin mini buatan adek", ucapnya sambil memamerkan kipas mini buatannya


Martabak Mini dan Kacang DIsco Olahan Anak-anaku.

Ada yang buatku bahagia sore ini, Si Kakak ingin membantuku membuat Martabak, alhasil Aku hanya jadi pemandu di dapur sore ini. Kakak ingin membantu karena ingin membuatkan bukaan, karena hari ini aku dan ayahnya menjalankan puasa Syawal. Alhamdulillah. 

Tak ingin ketinggalan dengan kakaknya si adek juga minta diajarin masak, karena di dapur bahan yang ada kacang tanah dan putih telur serta tepung terigu, jadilah aku menyarankan adik tuk membuat kacang disco. Dari mengupas bawang memarut bawang pakai parutan keju agar bawangnya halus, semua mereka lakukan sendiri. 

Untuk menggoreng tetap ibu yang turun tangan karena mereka takut terkena cipratan minyak panas. Setelah selesai membuat martabak kakak melanjutkan membuat es kolang-kaling nata de coco. Alhamdulillah Menu Cemilan Buka Puasa pun tersaji di meja makan. lebih nikmat lagi karena dibuat oleh anak-anakku tercinta

Idul Fitri 1436 H



Sama seperti Idul Fitri Tahun sebelumnya, kali ini kami merayakan idul fitri di Kota Samarinda, berkumpul dengan adik-adikku yang berdomisili di Samarinda serta berbaur dengan keluarga suami yang mayoritas berdomisili di kota ini, seperti biasa agenda lebaran diisi dengan kegiatan silaturrahmi ke sanak family yang muda mendatangi yang tua dan demikian juga sebaliknya.

Dikesempatan kali ini kami berkesempatan tuk ngumpul bersama mengabadikan moment idul fitri dengan tema "Putih bersih di hari yang Fitri"



Catatan Ramadhan 2015 (1436 H)

Akhir ramadhan....
Alhamdulillah kami sekeluarga menjalaninya tanpa hambatan satu apapun. si adek puasanya full walau dihari pertama puasa di sempat meminta agar diijinkan sehari puasa penuh sehari puasa beduk, dikarenakan karena pada puasa pertama kami mengijinkan dia untuk tidur sepuasnya. dan pada akhirnya di merasa lemas dan pusing karena kelamaan tidur. dan dengan sabar kamipun menjelaskan padanya bahwa penyebab rasa pusing dan lemas adalah tidur yang berlebihan.

"Puasa bukan berarti segala kegiatan dihentikan dan jam tidur harus lebih banyak. Puasa hanya merubah pola makan lain dari seperti biasanya, dan jumlah makan bukan 3 kali melainkan hanya dua kali. sehingga tak ada alasan bagi kita untuk memberhentikan semua kegiatan yang biasa kita lakukan",  Jelas kami bergantian kepada si kecil.

"Berarti ade besok bisa main sepeda, memancing dan main layangan yah", Ucapnya

"Iya, adek bisa melakukan apa saja seperti biasanya, hanya saja adek tetap harus mengingat bahwasanya adek sedang berpuasa jadi tidak melakukan aktifitas juga secara berlebihan karena nanti yang muncul adalah rasa haus, sebab mengeluarkan keringat yang banyak", Ucap Ayah

Khofid pun mengangguk tanda mengerti.

Alhamdulillah ramadhan pun berhasil Khofid lalui tanpa hambatan satupun sehigga puasanya full di walau  masih duduk dibangku kelas 4 SD. Puasa kali ini Khofid sudah memahami, bahwa puasa adalah kewajiban, dan tidak mengharapkan hadiah apapun dari ayah dan ibu lagi karena dia sudah mendapatkan Pahala yang besar untuk tabungannya di AKhirat nanti yang tidak bisa digantikan dengan harta apapun juga.

Disela perbincangan buka puasa kami senja ini, anak-anak request minta dimasakkan Kare Ayam, Mie Goreng dan Sambel Goreng Kentang untuk menu Lebaran. sedangkan Ketupat dan Buras kami mendapat kiriman dari Adikku yang sangat rajin mengolah Makanan Khas lebaran ini yang bagiku sangat njelimet membuatnya tapi enak di makan.

Yah puasa terakhir malam ini serasa nikmat dengan kedekatan yang terjalin....

Alhamdulillah Akhirnya terbit juga Gemar Membaca dan Menulis dapat Mencetak Generasi Penulis yang Kreatif

Setelah mengirim sebulan yang lalu, hari ini saya mendapat kabar dari Badan Perpustakaan Prov. Kalitm, jika ulisan yang saya kirim telah dimuat di Majalah Pustaka Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur, tanggal 03 Juni 2015. dengan judul "Gemar Membaca dan Menulis dapat Mencetak Generasi Penulis yang Kreatif", Semoga tulisan ini bermanfaat untuk pengelola perpustakaan dan sekola-sekolah lainnya yang ingin menerapkan kegiatan literasi disekolahnya.

Semoga semangat menghasilkan tulisan tak pernah padam.


Hari Kartini 2015

Setiap peringatan hari Kartini selalu saja ramai menjadi pembicaraan, Semangat R.A. Kartini tetap menyala hingga saat ini dalam memperjuangkan nasib kaumnya. yang membedakan dulu dan sekarang adalah ramainya ucapan Hari kartini dibeberapa Sosial Media, baik itu Twitter, Facebook maupun BBM yang tetap mengaungkan semangat Kartini yang mengubah nasib Kaumnya

Kebayang gak jika Kartini gak ada mungkin saat ini dunia pekerjaan hanya di dominasi kaum adam semata, Wanita hanya murni menjadi Ibu Rumah Tangga gak Ada Dokte, Insinyur, Pengacara dan lain sebagainya.

"Terkadang Kesulitan Harus Kamu Rasakan Terlebih Dahulu Sebelum Kebahagiaan yang Sempurna datang Kepadamu. Habis Gelap Terbitlah Terang". (R.A.Kartini - 1879-1904)

Tokoh satu ini dikenal sebagai pahlawan atau pejuang emasipasi wanita. Untuk Profil Raden Ajeng Kartini sendiri dilahirkan pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).