Hari
ini di ulang tahunmu, kutulis
surat cinta untukmu.....
Nak, saat pertama engkau hadir melihat dunia dengan
tangisanmu yang merdu yang membuat semua orang yang melihat tersenyum bahagia,
langsung kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku. Engkau adalah sebagai
bukti dan pengikat bahwa kami tak akan pernah terpisahkan oleh apapun dan
siapapun.


Sejak
saat itu, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang
sebenarnya. Tugasku bukanlah membuatmu dikagumi orang lain, tapi tugasku
sebenarnya adalah membuatmu dicintaiNya, dan aku harus mendekatkanmu kepadaNya.
Inilah usaha terberatku, karena disitu artinya aku harus terlebih dahulu
memberikan contoh kepadamu bagaimana mendekatkan diri sebagai seorang manusia
denganNya. Keinginanku harus sesuai dengan keinginanNya Sang Pemilikmu agar
perjalananku untuk mendekatkanmu kepadaNya tak lagi terlalu sulit.
Harapku
kelak saat memulai perjalanan hidup bersamamu, tak pernah engkau kami biarkan
tersandung kerikil tajam, terperosok kelembah hitam. Kugenggam jemarimu kupeluk
jiwamu, agar dapat engkau rasakan hangatnya perjalanan cinta kami.
Saat
engkau mengeluh lelah dan letih saat berjalan, kutarik engkau dengan belaian
kasih sayang karena kita memang tak boleh berhenti disini. Perjalanan mendekat
denganNya tak kenal letih dan lelah, tak kenal berhenti. Berhenti berarti mati
mata hati. Inilah kata-kataku kepadamu.
Rajin
Sholat, rajin ngaji dan belajar itu harapku.... agar kelak menjadi penghuni
Surga-Nya Allah. Selamat Ulang Tahun Sayang.... Ayah dan Ibu selalu menyayangimu
selalu dan untuk selamanya.