Putri Aji Kesuma dan Lembuswana

Putri Aji Kesuma dan Lembuswana
Dongeng : Kalimantan Timur 

Pada jaman Dahulu kala di Kerajaan Kutaikartanegara hiduplah seorang raja yang sangat arif dan bijaksana yang memiliki seorang putri yang bernama Putri Aji Kusuma, yang sangat cantik dan halus tutur katanya. Sang Raja sangat menyayangi Sang putri mahkota, putri semata wayangnya. Permaisuri sering mengajak Putri bercengkrama dan mengajarkannya menyulam disebuah taman istana. Hingga suatu ketika saat asyik menyulam sang Putri mengutarakan niatnya untuk sekolah di Negeri Seberang.

“Wahai Ibunda, ijinkanlah nanda mencari ilmu di negeri seberang, agar kelak jika ananda meneruskan  tahta Ayahanda, Nanda bisa menjadi seorang seorang Ratu yang adil dan bijaksana”,  Ucap Sang Putri.

Permaisuri sangat shock dibuatnya, bagaimana tidak, Putri Aji Kusuma adalah putri semata wayangnya.

“Bunda akan beritahukan pada ayahanda raja, soal keinginan ananda, sudahkah nanda pikirkan matang-matang niat ini?”, Ucap Permaisuri

“Iya Bunda, sudah saya pikirkan matang-matang demi kerajaan ini”, ucap sang Putri
 Tibalah hari keberangkatan, Raja dan Permaisuri sangat sedih melepaskan kepergian putri semata wayangnya. Doa dan restu dari sang Raja dan Permaisuri mengiringi kepergian sang putri Aji Kesuma untuk menuntut ilmu.

Ditengah perjalanan Sang putri melihat banyak rakyat yang berburu hewan untuk dijual demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sang Putri tentu sangat sedih, di taman istana kijang, kelinci dan hewan lainnya dibiarkan hidup bersama untuk menjaga keseimbangan alam. Putripun menawarkan beberapa uang dan perhiasan setiap dia menemui pemburu diperjalanan. Hingga pada akhirnya bekal uang dan perhiasan yang dibawanya habis tak bersisa. Sang Putri sangat sedih untuk kembali ke Istana, tak mungkin dia lakukan karena perjalanan sudah sangat jauh.

Sang putri menangis sedih, dipinggir sungai tempatnya beristirahat. Tiba-tiba dihadapannya muncuk sesosok Mahluk Besar Bermulut gajah, berbadan Lembu dan bersayap seperti burung. Mahluk tersebut,bernama Lembuswana. Belum pernah dalam hidupnya melihat sosok mahluk yang ada dihadapnnya, Sang Putri sangat ketakutan dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Putri yang cantik jelita, tak usah bersedih dan takut padaku, aku hanya ingin membantumu”,  Ucap Lembuswana.

“Siapakah kamu wahai mahluk asing”, Tanya Sang Putri, tetap dengan tangan menutupi wajahnya.

“Aku adalah Lembuswana, aku ingin membantumu dari kesulitan yang sedang kamu alami”, Ucap Lembuswana

“Mengapa kamu ingin membantuku?, tanya Sang Putri

“Karena kamu telah menyelamatkan para Hewan dari ulah manusia yang suka menganiaya Hewan di Hutan Long Apari ini”, Ucap Lembuswana.

Lembuswana mengeluarkan sebuah kalung Ciwa ajaib dari mullutnya, yaitu sebuah Kalung yang dapat mengabulkan tiga buah permintaan.

“Putri, teruslah berbuat baik, dan jadilah pemimpin yang bijaksana”, Ucap Lembuswana sebelum hilang dari pandangan sang Putri.

Putripun kemudian mengajukan permintaan pertamanya, agar dirinya segera tiba dinegeri yang dituju untuk menimba ilmu.

Setelah menyelesaikan Studi Permintaan Keduanya adalah agar Rakyat tak lagi mencari mata pencaharian dengan menganiaya binatang. 

Permintaan ketiga agar dia dipertemukan dengan seorang pangeran yang baik dan bijaksana seperti ayahnya.

Beberapa tahun kemudian setelah menyelesaikan studinya, Sang Putri kembali Keistana, ditemani pangeran, beserta Raja dan Permaisuri dari Kerajaan Martapura, yang menjadi sahabatnya saat menuntut ilmu.

Mereka disambut Bahagia Oleh Sang Raja dan Permaisuri.  Raja dan Permaisuri sangat bangga dengan perubahan Putrinya yang sangat pandai. Dan semakin Bahagia dengan niat keluarga Kerajaan Martapura untuk mempersunting sang Putri. Pesta pernikahan. Rajapun menyematkan kalung Uncal pada Pangeran Martapura untuk dikenakan selama mendampingi Ratu Aji Kesuma.

Setelah menikah Putri secara otomatis mengganti posisi ayahnya menduduki tahta kerajaan, dan mengenakan mahkota Ketopong. Kini sang Putri menjadi Ratu yang sangat Adil dan Bijaksana. Didalam kepemimpinannya tak ada lagi rakyat yang mencari nafkah dengan berburu hewan. Keseimbangan alam dikerajaan tersebutpun terjaga.

Untuk mengenang jasa Lembuswana padanya. Sang Ratu Aji Kesuma membuat Sebuah Monumen Lembuswana di Depan Istana Kutaikartanegara.♥♥♥



KERAJAAN KUTAI – Kerajaan Kutai merupakan Kerajaan Hindu pertama yang ada di Indonesia sejak abad ke 4 masehi.

Lembuswana adalah hewan dalam mitologi rakyat Kutai yang hidup sejak zaman Kerajaan Kutai. Lembuswanamenjadi lambang Kerajaan Kutai hingga Kesultanan Kutai Kartanegara. Hewan ini memiliki semboyan Tapak Leman Ganggayaksa.

Kalung Ciwa yang ditemukan oleh pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Kalung ini ditemukan oleh seorang penduduk di sekitar Danau Lipan Muara Kaman pada tahun 1890. Saat ini Kalung Ciwa masih digunakan sebagai perhiasan oleh sultan dan hanya dipakai ketika ada pesta penobatan sultan baru.

Ketopong adalah mahkota yang biasa dipakai oleh Sultan Kerajaan Kutai yang terbuat dari emas. Ketopong ini memiliki berat 1,98 kg dan saat ini masih tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Benda bersejarah yang satu ini ditemukan di Mura Kaman, Kutai Kartanegara pada tahun 1890. Sedangkan yang dipajang di Museum Mulawarman merupakan ketopong tiruan